Kunjungi Kejari Tana Toraja Kajati Sulsel Sila Pulungan Tekankan Integritas dan Jaga Kondusivitas Daerah
KEJATI SULSEL, Makale— Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, melaksanakan kunjungan kerja perdana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja pada Rabu, 13 Mei 2026. Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau infrastruktur serta memastikan kesiapan personel di lingkungan Adhyaksa Tana Toraja.
Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sulsel didampingi oleh Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Selatan, Asisten Pembinaan Abdillah, dan Asisten Intelijen Ferizal. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Frendra, beserta jajaran.
Kejaksaan Negeri Tana Toraja saat ini membawahi dua wilayah hukum, yakni Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, dengan total personel sebanyak 46 orang (14 Jaksa dan 32 Tata Usaha) serta 20 personel di Cabjari Rantepao. Hingga Mei 2026, realisasi anggaran Kejari Tana Toraja telah mencapai 40,75 persen dari total pagu Rp8,73 miliar.
Dalam arahannya, Kajati Sulsel Dr. Sila Pulungan menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme.
"Kedatangan saya untuk mengingatkan arahan Pak Jaksa Agung kepada teman-teman di Tana Toraja. Saya menyampaikan salam dari beliau. Saya minta kita semua kerja yang benar dan baik. Jangan ada yang transaksional," tegas Sila Pulungan di hadapan jajaran Kejari Tana Toraja.
Kajati Sulsel juga memberikan apresiasi terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana di kantor tersebut. "Menurut hemat saya, Kejari Tana Toraja sudah kerja baik. Kantornya meski bangunan lama tapi sangat rapi dan bersih. Fasilitas dan sarana dirawat dengan baik," ujarnya.
Terkait teknis penanganan perkara, Sila Pulungan mengingatkan agar seluruh jajaran patuh pada aturan terbaru dan menjauhi praktik korupsi. "Dalam penanganan perkara harus sesuai SOP, pelajari KUHP dan KUHAP yang baru. Menerima sesuatu dari perkara adalah sebuah malapetaka," tambahnya dengan nada peringatan.
Lebih lanjut, Kajati meminta jajaran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. "Bantu pemerintah daerah, jaga kondusivitas daerah. Jangan cari-cari kesalahan pemerintah daerah," pesannya.
Sejalan dengan itu, Asisten Pembinaan Abdillah mengingatkan jajaran untuk tertib administrasi pada aplikasi MySimkari. Sementara Asisten Intelijen Ferizal meminta intelijen daerah membantu pengawalan program prioritas seperti penggunaan Dana Desa dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap kondusif dan tepat sasaran.
Makale, 13 Mei 2026
KASI PENKUM KEJATI SULSEL